Tampilkan postingan dengan label Prosesor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosesor. Tampilkan semua postingan

5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Prosesor Intel Sandy Bridge

Posted by Iman Rabu, 18 Januari 2012 0 komentar
Prosesor Intel Core generasi ke-2, yang banyak dikenal dengan codename ‘Sandy Bridge’, memiliki arsitektur yang baru, performa yang sangat fenomenal, dan overclockability yang luar biasa (mencapai 5.4Ghz dengan pendingin HSF). Maka dari itu, ada beberapa orang yang merasa bahwa mengupgrade sistem lama ke Sandy Bridge akan menghadirkan peningkatan performa yang signifikan. Apakah Anda salah satu diantaranya? Nah, sebelum anda pergi ke Mangga Dua dan mengganti sistem lama Anda, ada baiknya Anda membaca artikel ini terlebih dahulu!
Seperti halnya setiap hardware baru yang dirilis, Sandy Bridge memiliki sedikit karakteristik ‘unik’ yang membuatnya berbeda dengan hardware lain, berikut ini diantaranya :

1. CPU LGA1155 TIDAK kompatibel dengan LGA1156


Hal ini terdengar cukup simple, namun begitulah adanya. Jika saat ini Anda ingin menggunakan prosesor Sandy Bridge yang menggunakan soket LGA1155, mau tidak mau Anda harus membeli motherboard yang menggunakan soket LGA1155. Tidak ada backward-compatibility antara CPU LGA1156 dan LGA1155.  Satu-satunya hal yang sama dari LGA1155 dan 1156 adalah lubang untuk mounting HSFnya, sehingga Anda masih dapat menggunakan HSF LGA1156 pada prosesor Sandy Bridge LGA1155 Anda.

2.Prosesor K-Series vs Non-K-Series, apa bedanya?


Jika Anda menyimak berbagai model prosesor Sandy Bridge yang akan dirilis, Anda akan menyadari bahwa ada beberapa prosesor yang memiliki model number yang sama, namun mempunyai akhiran ‘K’. Prosesor yang memiliki akhiran ‘K’ seperti i5-2500K dan i7-2600K adalah prosesor yang disebut sebagai prosesor K-Series, sedangkan prosesor tanpa akhiran ‘K’ seperti i5-2300 dan i5-2500 disebut prosesor non-K-Series.

Yang perlu Anda ketahui adalah tidak ada perbedaan clockspeed antara varian K-series dan Non-K series. Satu-satunya perbedaan antara K-series dengan Non-K adalah semua prosesor K-series memiliki multiplier yang tidak dikunci yang memungkinkan overclocking CPU via multiplier.

Gambar berikut ini akan menjelaskan perbedaan antara prosesor i5 2500K dan i5-2500 :

 

Seperti tertera pada gambar, i5-2500K dan i5-2500 memiliki clockspeed yang sama, bahkan frekuensi turbonya sama. Yang berbeda adalah i5-2500K memiliki ratio (multiplier) sampai dengan 57x atau lebih, sedangkan i5-2500 ‘hanya’ memiliki ekstra multiplier sampai dengan 41x.

3. Bus speed overclocking SANGAT terbatas pada Sandy Bridge


Bagi Anda para overclocker, ataupun power-user yang biasa meng-overclock prosesor Anda, pasti Anda mengetahui bahwa bus speed memegang peranan penting dalam melakukan overclocking. Hal tersebut tentunya sesuai dengan panduan rumus overclocking yang mendasar, CPU Clock = Bus Speed x CPU Multiplier. Pada prosesor Intel generasi sebelumnya (Lynnfield, Bloomfield, Gulftown, dan juga Clarkdale) nilai bus speed, atau biasa disebut BCLK (base clock) ini mempunyai range dari default 133Mhz, sampai dengan 220Mhz atau bahkan 250Mhz dengan bantuan extreme cooling. Dengan adanya range pengubahan BCLK sebesar lebih dari 50% ini, prosesor yang multipliernya dikunci sekalipun dapat dioverclock cukup tinggi. Pada prosesor Sandy Bridge yang beredar saat ini, ucapkan selamat tinggal pada metode overclocking BCLK, karena range pengubahan BCLK pada Sandy Bridge SANGAT (amat) terbatas.

BCLK pada Sandy Bridge berada pada nilai 100Mhz, tapi nilai ini hanya bisa dinaikkan sekitar 4-5%. Rata-rata prosesor Sandy Bridge yang kami uji mengalami limitasi BCLK pada 104-105Mhz, dan dengan extreme cooling, kami hanya bisa mendapat nilai 110Mhz. Ini berarti overclocking Sandy Bridge akan SANGAT bergantung kepada variabel selain BCLK, yakni multiplier. Dan mengingat prosesor Sandy Bridge yang memiliki multiplier tidak dikunci hanya Sandy Bridge ‘K’ Series, Anda yang ingin mendapat margin overclocking cukup besar mau tidak mau harus membeli prosesor ‘K’ Series. Non-K Series memang masih memungkinkan overclocking, namun hanya sekitar 400Mhz dari frekuensi turbo tertingginya.

Hal tersebut akan berpengaruh kepada user yang biasa membeli prosesor murah lalu melakukan overclock setinggi-tingginya. Sandy Bridge tidak lagi mengenal istilah “Beli prosesor termurah, Overclock setinggi-tingginya”, seperti yang terjadi pada saat mengoverclock Core i7 920 ke level diatas Core i7 975 Extreme. Ini berarti Intel sukses untuk membatasi hasil overclock dari CPU kelas valuenya supaya tidak ‘mengganggu’ pasar prosesor kelas atas mereka. Sampai saat artikel ini ditulis, Intel tidak memberi pernyataan apakah limitasi BLCK ini terjadi karena arsitektur baru atau memang ‘sengaja’ dilakukan. Menyakitkan memang, tapi itulah salah satu kenyataan pahit yang harus kita terima di Sandy Bridge.

4.Terdapat perbedaan signifikan antara motherboard H67 dan P67

Pada generasi sebelumnya, motherboard dengan chipset H55 tidak memiliki banyak perbedaan dengan P55. Perbedaan keduanya hanya ada pada kemampuan motherboard dengan chipset H55 yang bisa memanfaatkan onboard GPU yang terdapat pada prosesor Clarkdale (contoh: Core i3 5xx/Core i5 6xx).  Namun pada era Sandy Bridge, chipset H67 memiliki beda yang signifikan dibanding P67, lihat tabel dibawah ini :

 


Terlihat dari tabel di atas, motherboard dengan chipset H67 memiliki banyak limitasi. Nampaknya Intel tidak mengijinkan para pengguna chipset H67 untuk mengoverclock CPUnya (baik lewat multiplier maupun lewat bus speed-BCLK), dan juga membatasi DRAM Speed di batas 1333Mhz. Satu-satunya yang bisa dioverclock pada sistem H67 adalah IGP(Integrated Graphics Processor) yang tertanam pada prosesor Sandy Bridge.

Jadi bagi Anda yang ingin membeli prosesor Sandy Bridge K-Series dan memiliki DDR3 yang bisa berjalan pada frekuensi 1866Mhz keatas, sebaiknya Anda memilih chipset P67, karena sekalipun anda membeli CPU K-series, Anda tidak bisa mengubah multipliernya di motherboard H67 (setidaknya untuk saat ini). Tapi perlu diingat, Intel tidak merencanakan chipset P67 untuk memiliki video output, sehingga untuk dapat memanfaatkan IGP Sandy Bridge, Anda harus menggunakan chipset H67. Benar-benar pilihan yang cukup membingungkan, bukan?

5. Pengaturan DRAM Speed yang terbatas

Sudah bosan mendengar kata ‘terbatas’? Kami harap tidak. Seperti yang Anda tebak, dengan limitasi BCLK yang ada, sudah tentu kecepatan RAM sistem Anda juga akan dibatasi. Seperti yang Anda baca pada poin sebelumnya, pengguna chipset H67 hanya bisa memilih frekuensi RAM sampai dengan 1333Mhz. Untungnya pada chipset P67, Intel berbaik hati untuk memberikan pilihan speed : 1333Mhz, 1600Mhz, 1866Mhz, dan 2133Mhz. Ini berarti, pengguna chipset P67 bisa menjalankan RAM DDR3-nya sampai dengan 2133Mhz walapun menggunakan BCLK default di 100Mhz. Yang nantinya akan mengalami masalah adalah pengguna DDR3 dengan clock selain yang diutarakan diatas, misalnya pengguna DDR3-1800, DDR3-2200, DDR3-2400, dan lain sebagainya. Penggunaan RAM Speed selain 1333Mhz, 1600Mhz, 1866Mhz, dan 2133Mhz tentunya membutuhkan pengubahan BCLK. Nah, mengingat frekuensi RAM pada sistem Sandy Bridge bergantung kepada BCLK dengan rumus berikut :
DRAM Speed = BCLK * DRAM Multiplier, otomatis range setting DRAM Speed pada Sandy Bridge
juga menjadi terbatas sesuai dengan BCLK-nya (dimana range pengubahan BCLK pada Saydy Bridge sangatlah terbatas).

Contoh :

Untuk menggunakan DDR3-2400, seorang user harus menggunakan setting DRAM pada 2133Mhz, dan menggunakan BCLK sebesar 112.5 Mhz. Mengingat rata-rata limitasi BCLK pada Sandy Bridge adalah 104-105Mhz, kecepatan DDR3-2400 menjadi hampir mustahil dicapai.

Hal ini juga menyebabkan setting XMP (Xtreme Memory Profile) pada Sandy Bridge menjadi berubah total. Sekarang semua RAM yang memiliki XMP akan berjalan pada clock yang terdekat (atau dibulatkan ke bawah) ke value RAM Speed yang dispesifikasikan Intel (1333,1600,1866, dan 2133Mhz). Jadi misalnya Anda mempunyai RAM yang memiliki profile XMP DDR3-2200Mhz, pada platform Sandy Bridge, RAM Anda akan berjalan pada speed DDR3-2133Mhz. Contoh lain, jika ada RAM dengan XMP DDR3-1800Mhz, maka RAM tersebut akan berjalan pada DDR3-1600, dan lain sebagainya.



Enter your email address:


Delivered by FeedBurner
Andre Skeldrak Blog

Prosesor Terbaru dari Intel Di Tahun 2012

Posted by Iman Jumat, 13 Januari 2012 0 komentar
Prosesor Terbaru Intel di Tahun 2012, sebuah perusahaan yang berpusat di negeri Paman Sam, Amerika Serikat merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dibidang rancangan dan produksi mikroprosesor. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1968 ini juga membuat chipset, komponen, kartu jaringan, serta produk-produk lainnya. Mungkin sobat sudah sering melihat logo Intel pada laptop maupun notebook sobat dengan seri prosesornya. Pada tahun 2011, Intel telah merilis beberapa prosesor terbaru mereka untuk generasi terbaru dari prosesor Core 2 Duo, Dual Core, Core i3, Core i5, dll. Dan kali ini, pada tahun 2012 nanti, Intel berencana merilis beberapa model prosesor yang menggunakan teknologi fabrikasi 22nm dari varian Ivy Bridge pada bulan April tahun 2012.

Beberapa model prosesor yang akan diluncurkan meliputi prosesor untuk komputer desktop atau PC, notebook, laptop, serta ultrabook. Kabar perilisan model prosesor terbaru ini datang dari bocoran informasi dari salah seorang sumber yang bekerja di perusahaan perakit personal computer (PC) asal Taiwan. Selain prosesor, Intel juga akan merilis sebuah cip untuk komputer desktop, seperti Z77, H77, Z75, dan B75. Untuk cip seri Q77 dan Q75, kabarnya Intel baru akan merilisnya pada bulan Mei tahun depan. Sedangkan cip yang dkhususkan untuk notebook yang kabarnya akan dirilis pada bulan April tahun depan yaitu HM77, UM77, HM76, HM75, serta QS77 dan QM77 yang rencananya akan diluncurkan pada bulan Mei.

Prosesor Terbaru Intel di Tahun 2012




Daftar prosesor terbaru Intel tahun 2012 :

- Desktop / PC :
  •         Core i7 : 3770K, 3770, 3770S, 3770T
  •         Core i5 : 3570, 3550, 3450. i5-3470T (Mei 2012)


- Notebook :
  •         Core i7 : 3920Qm, 3820QM, 3720QM
  •         Core i5 : 3520M, 3360M, 3320M


- Ultrabook :
  •         Core i7 : 3667U
  •         Core i5 : 3427u





Enter your email address:


Delivered by FeedBurner
Andre Skeldrak Blog

Perbedaan Antara 32-Bit dan 64-Bit

Posted by Iman Rabu, 07 Desember 2011 0 komentar
Baik, kita mulai dari istilah "32-bit" dan "64-bit" itu dulu.

32-bit dan 64-bit mengacu pada arsitektur processor.
Processor 32-bit artinya register2 nya (unit penyimpanan data terkecil di dalamnya) berukuran 32 bit.
Processor 64-bit artinya register2 nya berukuran 64 bit.
( Register-register inilah yang digunakan untuk melakukan macam2 operasi. Misalnya c = a + b, maka register "eax" akan me-load nilai dari "a" (di memory), kemudian pada register "eax" ditambahkan nilai dari "b", lalu "eax" ditulis ke memory pada posisi variabel "c" )

Pengaruh ukuran register terhadap kecepatan:
Setiap proses baca/tulis dari memory (disebut dengan load/store) membaca/menulis informasi sebesar ukuran register; maka register 64-bit potensial membaca/menulis memory 2x kecepatan register 32-bit.
Tapi ini teoretis saja, karena kenyataannya prosesor juga menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal lain selain load/store, seperti pemrosesan matematis, vector-processing, dll.

Pengaruh ukuran register terhadap presisi:
Secara simplistik: Makin panjang register, makin banyak angka di-belakang-koma yang bisa dihitung secara akurat.
Sebagai gambaran: Misalkan resolusi bilangan real pada 32-bit adalah 0.0001, maka resolusi bilangan real pada 64-bit bisa mencapai 0.0000001 (jadi jauh lebih presisi).

Pengaruh ukuran register terhadap ukuran memori:
Salah satu dari sekian banyak register adalah "addressing register". Addressing register (atau registers, kalau lebih dari satu) adalah register yang memiliki fungsi 'menunjuk' ke alamat tertentu dalam memory. Jangkauan (range) penunjukan ini disebut dengan istilah memory space.
Pada arsitektur 32-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 4'294'967'295 (4 GiB - 1). Inilah yang mengakibatkan muncul "batasan 4 GiB" pada sistem berbasis arsitektur 32-bit.
Pada arsitektur 64-bit, addressing registers mampu 'menunjuk' posisi memory dari 0 s/d 18'446'744'073'709'551'615 (16 EiB - 1). Seperti kita lihat, tidak ada lagi 'batasan 4 GiB' pada sistem berbasis arsitektur 64-bit.

Pengaruh ukuran register terhadap dataset:
"Dataset" adalah istilah untuk 'seperangkat data yang di-load ke dalam memory untuk diproses dan (optionally) ditulis kembali ke hard disk'.
Sistem 32-bit terbatas pada dataset sebesar (2^32)-1, atau (4 GiB - 1). Mengingat sebagian memory harus digunakan untuk OS dan program database ybs, maka biasanya dataset nya hanya sebesar 1-2 GiB saja.
Artinya, sebuah database yang berukuran, katakanlah, 20 GiB (tidak asing dalam konteks perusahaan besar), harus diproses 10~20x.
Sistem 64-bit tidak memiliki batasan di atas. Dia dapat me-load dataset sebesar ketersediaan memory. Artinya, database 20 GiB di atas dapat di-load seluruhnya (asal memory mencukupi), diproses dalam sekali jalan saja.

Agar kita dapat memperoleh keunggulan sistem 64-bit, maka baik software dan hardware harus mendukung.
Software 32-bit jalan di hardware 64-bit tidak bisa memanfaatkan kelebihan arsitektur 64-bit. (Software hanya akan menggunakan 32-bit saja dari 64-bit yang tersedia; 32-bit sisanya tidak dikenali) ==> disebut mode 32-bit.
Sebaliknya, software 64-bit tidak bisa jalan di hardware 32-bit karena kebutuhannya akan lebar register 64-bit tidak bisa dipenuhi.

Windows XP 32-bit dan Windows Vista 32-bit adalah 2 sistem operasi yang masih beroperasi di mode 32-bit.
Windows XP 64-bit dan Windows Vista 64-bit adalah 2 sistem operasi yang mampu beroperasi di mode 64-bit.

AMD64 adalah terobosan (breakthrough) AMD dalam dunia processor x86.

Dahulu hingga prosesor Pentium 3, Intel bersikukuh menggunakan hanya arsitektur 32-bit pada processor x86. Intel menghabiskan uang jutaan dollar untuk mengembangkan arsitektur 64-bit yang samasekali baru (artinya: tidak kompatibel dengan dunia x86) dalam bentuk Intel ITANIUM.

AMD kemudian mengembangkan instruction set (dan arsitektur) dari processor x86 yang dibuatnya (AthlonXP) sehingga lahirlah Athlon64: Processor x86 yang memiliki arsitektur 64-bit.

Instruction set yang diperluas ini disebut AMD64 oleh AMD. Intel terpaksa melakukan cross-license, dan menggunakan instruction set tersebut juga (tapi dengan nama EMT64, bukan AMD64. Biasalah, masalah corporate pride...)

Saya tidak yakin dengan Mac OS X.
Tetapi Linux memiliki versi 32-bit dan versi 64-bit.
Contoh, Ubuntu yang ada di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/hardy/
Ada versi AMD64 (64-bit) dan ada versi i386 (32-bit)

Kelebihan dan kekurangan?

Kita sudah melihat kelebihan dari arsitektur 64-bit.

Sekarang kekurangannya:

Banyak Software 32-bit yang tidak bisa jalan di arsitektur 64-bit, khususnya driver.

Mengapa bisa begitu?

Komputer adalah benda yang sangat kompleks. Untuk bisa berguna bagi manusia, komputer perlu melakukan apa yang disebut "Input/Output" (I/O). Contoh I/O adalah kirim/terima data via LAN, kirim gambar ke Monitor via VGA Card, dll.

Nah, semua tindakan I/O membutuhkan buffer. Sebagai contoh, kita kenal "memory VGA" pada VGA Card; itu sebetulnya adalah buffer untuk membantu VGA Card menampilkan gambar di monitor.

Masalahnya, agar I/O bisa berlangsung dengan mulus dan cepat, 'buffer' ini perlu mendapatkan alamat. Dan alamat ini di ambil dari memory space. Hal ini terjadi meskipun komponen pelaksana I/O ini memiliki buffernya sendiri (contoh: VGA Card terbaru dari nVidia / ATI biasanya punya minimal 256 MiB RAM pada card nya). Tetap saja memori pada card tersebut akan dipetakan ke memory space.

Agar tidak bentrok dengan Sistem Operasi, yang biasanya di-load ke dalam memory 'rendah' (Bottom Memory = memory dengan alamat kecil), maka biasanya pemetaan buffer ini dilakukan di memory 'tinggi' (Top Memory = memory dengan alamat besar, atau dihitung mundur dari alamat memori terbesar (2^32)-1)

Catatan: Ini juga alasan yang menyebabkan RAM komputer kalau terpasang 4 GiB hanya akan bisa dipakai Max 3,25 GiB (atau kalau untung 3,5 GiB), ada yang 'hilang' karena 'tertutupi' oleh buffer dari komponen I/O.

Nah, pada arsitektur 64-bit, hal yang sama pun dilakukan: Buffer untuk I/O dipetakan ke Top Memory. Masalahnya, Top Memory pada arsitektur 64-bit jelas terletak pada posisi yang berbeda dengan Top Memory pada arsitektur 32-bit.

Driver adalah korban yang paling jelas; mereka berusaha mengakses Top Memory 32-bit, padahal lokasi buffer tidak di situ. Akibatnya: Crash.

Software2 lain yang juga coba-coba mengakses Top Memory secara langsung akan mengalami crash juga.

Lucunya, banyak game 32-bit yang malah jalan dengan tanpa masalah di sistem 64-bit; hal ini karena mereka tidak berusaha mengakses Top Memory secara langsung, melainkan meminta bantuan Microsoft DirectX Layer untuk mengakses fitur dari sebuah VGA Card.

Diberdayakan oleh Blogger.
Ping your blog, website, or RSS feed for Free